MAKALAH TELAAH KURIKULUM FISIKA
Tentang:
Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran
Oleh
Rahma Asriani 14107028
Rani Anwar 14107029
Santri Ulfa Yanti 14107036
Dosen Pembimbing
Novia lizelwati, M.Pfis.
Artha Nessa Chandra M.Pd
JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN FISIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)
BATUSANGKAR
2016
KATA PENGANTAR
AssalamualaikumWr.Wb
Segala puji beserta syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. Yang
telah memberi hidayah berfikir sehingga dapat melaksanakan tugas untuk
pembuatan makalah dalam upaya memenuhi
tugas mata kuliah Telaah Kurikulum
Fisika yang berjudul Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran
Penyusunan makalah ini tentunya tidak luput dari
kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja. Meskipun memiliki banyak kekurangan
penulis beharap makalah ini dapat bermanfaat dan penulis meminta maaf
sebelumnya kepada dosen, apabila masih belum mencapai sempurna. Penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun.
WassalamualaikumWr.Wb
Batusangkar, 26
Februari 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian kurikulum
2. Peran Kurikulum
3. Fungsi Kurikulum
4. Peran guru dalam pengembangan kurikulum
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Kurikulum
sering diartikan sebagai wadah seperangkat konsep tentang praktik pendidikan
seperangkat konsep tersebut dibuat sebagai acuan dari pelaksanaan praktik
pendidikan. Kurikulum berusaha menerjemahkan tujuan pendidikan sekaligus tujuan
dari pengembangan manusia suatu bangsa kedalam konsep-konsep yang sistematis.
Dengan harapan agar pendidikan bisa dilaksanakan lebih terarah sehingga bisa
efektif dan efisien. Jadi sedikit banyaknya kurikulum merupakan gambaran
orientasi suatu bangsa.
2. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian kurikulum ?
2. Bagaimana
peran dan fungsi kurikulum?
3. Bagaimana
peranan guru dalam pengembangan kurikulum?
3. Tujuan
1. Untuk
mengetahui apa itu kurikulum
2. Untuk
mengetahui bagaimana peran dan fungsi kurikulum
3. Untuk
mengetahui peranan guru dalam pengembangan kurikulum
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian kurikulum
Istilah
kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni “curriculae”, artinya jarak yang
harus ditempuh oleh seorang pelari. Pada waktu itu, pengertian kurikulum ialah
jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh
ijazah. (Omear Hamalik.2014.hal 16)
Menurut
B. Othanel Smith,W.O.Starley dan J.Harian Shores, kurikulum merupakan sejumlah
pengelaman potensial yang diatur untuk tujuan mendisiplinkan anak-anak dan
remaja agar mereka dapat berpikir dan bertindak sesuai dengan kelompok. Sejalan
dengan itu Nana Sudjana memandang kurikulum sebagai sebuah program belajar bagi
siswa yang disusun secara sistematik dan diberikan oleh lembaga pendidikan
tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan.(Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)
Omear
Hamalik menjelaskan bahwa kurikulum adalah perencanaan kesempatan belajar untuk
membina siswa kearah perubahan prilaku yang diinginkan dan menilai hingga di
mana perubahan-perubahan tersebut telah terjadi pada diri siswa yang bersangkutan.
(Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)
Dalam
undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat
(19), istilah kurikulum diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. (Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)
2. Peran Kurikulum
Menurut
Oemar Hamalik dalam Toto Ruhimat, kurikulum memiliki tiga peran, yaitu peran
konservatif, kreatif, serta kritis dan evaluatif.
a.
Peranan koservatif
Kurikulum
sebagai sarana mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang
dianggap masih relavan dengan masa kini kepada siswa. Dengan demikian, tugas
pendidik disini adalah mempengaruhi dan membina prilaku siswa sesuai dengan
nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)
b. Peranan
kreatif
Kurikulum
melaksanakan kegiatan yang bersifat kreaktif, yaitu menciptakan dan
mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa
sekarang dan yang akan datang. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)
c. Peranan
kritis dan evaluatif
Kurikulum
turut aktif berpartisipasi dalam mengontrol dan memfilter nilai-nilai sosial
yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa kini, kemudian
dihilangkan dan diadakan modifikasi dan perbaikan agar sesuai dengan masa
sekarang. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)
3. Fungsi Kurikulum
Secara
umum fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk
mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Menurut Alexander Inglis,
fungsi kurikulum meliputi:
a. Fungsi
penyesuaian
Karena
individu hidup dalam lingkungan, sedangkan lingkungan tersebut senantiasa
berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis
dan dibalik lingkungan pun harus disesuaikan dengan kondisi perorangan.
(Astawan.2010.pdf)
b. Fungsi
integrasi
Kurikulum
berfungsi mendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi. Karena individu itu
sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat, maka pribadi yang
terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan dan
pengintegrasian masyarakat. (Astawan.2010.pdf)
c. Fungsi
deferensiasi
Kurikulum
perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam
masyarakat. Pada dasarnya deferensiasi akan mendorong orang berpikir kritis dan
kreatif, serta akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat. (Astawan.2010.pdf)
d. Fungsi
persiapan
Kurikulum
berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk
jangkauan yang lebih jauh atau terjun ke masyarakat. (Astawan.2010.pdf)
e. Fungsi
pemilihan
Antara
keperbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Pengakuan atas
perbedaan berarti memberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang
diinginkan dan menarik minatnya. Ini merupakan kebutuhan yang ideal bagi
masyarakat demokratis, sehingga kurikulum perlu diprogram secara fleksibel. (Astawan.2010.pdf)
f. Fungsi
diagnostik
Salah
satu segi pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar
mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua
potensi yang dimilikinya. Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari semua
kelemahan dan kekuatan yang dimiliki melalui eksplorasi dan prognosa.(Astawan.2010.pdf)
Fungsi
praksis dari kurikulum meliputi
a. Fungsi
bagi sekolah yang bersangkutan yakni sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan
pendidikan yang diinginkan dan sebagai pedoman dalam mengatur kegiatan
pendidikan sehari-hari.
b. Untuk
menjamin adanya pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
c. Fungsi
bagi masyarakat dan pemakai lulusan
(Astawan.2010.pdf)
4. Peran guru dalam pengembangan kurikulum
Kurikulum, silabus dan rencana pembelajaran atau Satuan
Acara Perkuliahan (SAP) yang tersusun dan telah disiapkan sedemikian rupa, tidak
akan berarti apa-apa bila belum teraktualisasi menjadi kurikulum aktual.
Melalui fungsi dan peran guru kurikulum dapat dijabarkan, dikembangkan,
diperluas, sehingga dapat ditransformasikan kepada siswa dalam pembelajaran.
Fungsi dan peran guru sangat penting dan strategis, karena melalui kepiawaian merekalah
kurikulum punya makna dan arti. Artinya melalui guru nilai-nilai yang
terkandung dalam kurikulum dapat disampaikan kepada siswa, dan aktualisasi
serta transformasi nilai-nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang
terkandung dalam kurikulum dilakukan oleh guru dalam implementasi kurikulum.(
Syafrudin Nurdin, 2010: 103)
Kurikulum atau program pembelajaran,
baru punya arti bilamana telah diimplementasikan dan dikembangkan oleh guru
dalam pembelajaran.kurikulum nyata atau aktual kurikulum merupakan implementasi
dari official curriculum oleh guru dalam kelas. Beberapa ahli mengatakan
betapapun bagusnya kurikulum ( official) tapi hasilnya sangat tergantung pada
apa yang dilakukan oleh guru dan juga siswa dalam kelas. Dengan demikian guru
memegang peranan penting, baik didalam penyusunan maupun pelaksanaan
(implementasi) kurikulum. ( Syafrudin Nurdin, 2010: 103)
Berdasarkan pendapat dan uraian
diatas, jelas bahwa peranan guru sangat menentukan dalam pencapaian hasil
belajar atau harapan yang didinginkan oleh kurikulum. Karena, sebagai
implementator dan pengembang kurikulum guru berfungsi dan berperan
1. Memperkaya
kurikulum
2. Meningkatkan
relefansi kurikulum dengan kebutuhan bakat dan minat anak
3. Menyesuaikan
kurikulum dengan kebutuhan, tuntutan, dan perkembangan yang terjaadi di
tengah-tengah masyarakat
4. Menyesuaikan
kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetuahan , teknologi dan seni ( Syafrudin
Nurdin, 2010: 105)
Sebagai pengembang kurikulum pertama sekali
guru menjabarkan kurikulum ideal atau potensial (written curiculum) menjadi
silabus. Kemudian silabus dikembangkan menjadi program pembelajaran setelah itu
barulah rencana pembelajaran diaktualisasikan dikelas melalui kegiatan belajar
mengajar ( pembelajaran). Sepintas, fungsi dan peranan guru tanpak tidak
terlalu berat, tapi bila dikaji lebih dalam jelas bahwa fungsi dan peranannya
cukup kompleks. Fungsi dan peran tersebut memerlukan keahlilan kompetensi
kemauan dan komitmen keguruan yang tinggi. Disamping itu juga harus melalui
pendidikan profesi guna untuk mendapatkan sertifikasi pendidik. ( Syafrudin
Nurdin, 2010: 107)
Dalam peraturan pemerintah no 19 tahun
2005 tentang standar nasional pendidikan ( citra umbara, 2006: 186-188), telah
ditetapkan bahwa kualifikasi guru untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, dan
pendidikan anak usia dini (paud) yaitu diploma 4 (D IV) atau sarjana (S1).
Dengan demikian jelas bahwa profesi guru hanya dapat dilakukan oleh tenaga
profesional yang telah memiliki kualifikasi dan kompetensi tertentu, yang
dihasilkan oleh lembaga pendidikan tenaga kependidikan khusus, seperti fakultas
ilmu kependidikan ( FIP). ( Syafrudin Nurdin, 2010: 107-108)
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan
penjelasan dari uraian makalah dapat di simpulkan, kurikulum adalah sebagai
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Peranan dan fungsi kurikulum adalah
Peranan:
a.
Peranan koservatif
b. Peranan
kreatif
c. Peranan
kritis dan evaluatif
Fungsi :
a. Fungsi
penyesuaian
b. Fungsi
integrasi
c. Fungsi
deferensiasi
d. Fungsi
persiapan
e. Fungsi
pemilihan
f. Fungsi
diagnostik
Kemudian
peran guru dalam mengembangkan kurikulum yaitu:
a. Memperkaya
kurikulum
b. Meningkatkan
relefansi kurikulum dengan kebutuhan bakat dan minat anak
c. Menyesuaikan
kurikulum dengan kebutuhan, tuntutan, dan perkembangan yang terjaadi di
tengah-tengah masyarakat
d. Menyesuaikan
kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetuahan , teknologi dan seni
DAFTAR PUSTAKA
Astawan.2010.pengertian,peranan dan fungsi kurikulum.http://astawan.files.wordpress.com.
[Juni 2010] pdf.diakses 25 Februari 2016 pukul 20.14 WIB
Nurdin,syafruddin.2010.Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum.PT
Ciputat Press:Jakarta
Hamalik,Oemar.2014.Kurikulum
dan Pembelajaran.Bumi Aksara:Jakarta
Suyadi,dkk.2015.Implmentasi
dan Inovasi Kurikulum Paud 2013.PT Remaja Rosdakarya:Bandung



