Minggu, 28 Februari 2016

hakikat kurikulum dan pembelajaran


MAKALAH TELAAH KURIKULUM FISIKA
Tentang:
Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran
Oleh
Rahma Asriani         14107028
Rani Anwar              14107029
Santri Ulfa Yanti      14107036

Dosen Pembimbing
Novia lizelwati, M.Pfis.
Artha Nessa Chandra M.Pd

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2016


KATA PENGANTAR


AssalamualaikumWr.Wb
Segala puji beserta syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberi hidayah berfikir sehingga dapat melaksanakan tugas untuk pembuatan makalah dalam upaya  memenuhi tugas mata kuliah Telaah Kurikulum Fisika  yang berjudul Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran
Penyusunan makalah ini tentunya tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja. Meskipun memiliki banyak kekurangan penulis beharap makalah ini dapat bermanfaat dan penulis meminta maaf sebelumnya kepada dosen, apabila masih belum mencapai sempurna. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun.
WassalamualaikumWr.Wb










Batusangkar, 26 Februari 2016


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.. ii
DAFTAR ISI. iii
BAB I PENDAHULUAN.. 1
1.      Latar Belakang. 1
2.      Rumusan Masalah. 1
3.      Tujuan. 1
BAB II PEMBAHASAN.. 2
1.      Pengertian kurikulum.. 2
2.      Peran Kurikulum.. 2
3.      Fungsi Kurikulum.. 3
4.      Peran guru dalam pengembangan kurikulum.. 4
BAB III PENUTUP.. 7
1.      Kesimpulan. 7
DAFTAR PUSTAKA.. 8



 


BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang

Kurikulum sering diartikan sebagai wadah seperangkat konsep tentang praktik pendidikan seperangkat konsep tersebut dibuat sebagai acuan dari pelaksanaan praktik pendidikan. Kurikulum berusaha menerjemahkan tujuan pendidikan sekaligus tujuan dari pengembangan manusia suatu bangsa kedalam konsep-konsep yang sistematis. Dengan harapan agar pendidikan bisa dilaksanakan lebih terarah sehingga bisa efektif dan efisien. Jadi sedikit banyaknya kurikulum merupakan gambaran orientasi suatu bangsa.

2.      Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian kurikulum ?
2.      Bagaimana peran dan fungsi kurikulum?
3.      Bagaimana peranan guru dalam pengembangan kurikulum?

3.      Tujuan

1.      Untuk mengetahui apa itu kurikulum
2.      Untuk mengetahui bagaimana peran dan fungsi kurikulum
3.      Untuk mengetahui peranan guru dalam pengembangan kurikulum









BAB II
PEMBAHASAN


1.      Pengertian kurikulum

Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni “curriculae”, artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Pada waktu itu, pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh ijazah.  (Omear Hamalik.2014.hal 16)
Menurut B. Othanel Smith,W.O.Starley dan J.Harian Shores, kurikulum merupakan sejumlah pengelaman potensial yang diatur untuk tujuan mendisiplinkan anak-anak dan remaja agar mereka dapat berpikir dan bertindak sesuai dengan kelompok. Sejalan dengan itu Nana Sudjana memandang kurikulum sebagai sebuah program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematik dan diberikan oleh lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan.(Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)
Omear Hamalik menjelaskan bahwa kurikulum adalah perencanaan kesempatan belajar untuk membina siswa kearah perubahan prilaku yang diinginkan dan menilai hingga di mana perubahan-perubahan tersebut telah terjadi pada diri siswa yang bersangkutan. (Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)
Dalam undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19), istilah kurikulum diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)

2.      Peran Kurikulum

Menurut Oemar Hamalik dalam Toto Ruhimat, kurikulum memiliki tiga peran, yaitu peran konservatif, kreatif, serta kritis dan evaluatif.
a.       Peranan koservatif
Kurikulum sebagai sarana mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relavan dengan masa kini kepada siswa. Dengan demikian, tugas pendidik disini adalah mempengaruhi dan membina prilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)
b.      Peranan kreatif
Kurikulum melaksanakan kegiatan yang bersifat kreaktif, yaitu menciptakan dan mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan yang akan datang. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)
c.       Peranan kritis dan evaluatif
Kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam mengontrol dan memfilter nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa kini, kemudian dihilangkan dan diadakan modifikasi dan perbaikan agar sesuai dengan masa sekarang. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)

3.      Fungsi Kurikulum

Secara umum fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Menurut Alexander Inglis, fungsi kurikulum meliputi:
a.       Fungsi penyesuaian
Karena individu hidup dalam lingkungan, sedangkan lingkungan tersebut senantiasa berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis dan dibalik lingkungan pun harus disesuaikan dengan kondisi perorangan.  
(Astawan.2010.pdf)
b.      Fungsi integrasi
Kurikulum berfungsi mendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi. Karena individu itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat, maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan dan pengintegrasian masyarakat. (Astawan.2010.pdf)
c.       Fungsi deferensiasi
Kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada dasarnya deferensiasi akan mendorong orang berpikir kritis dan kreatif, serta akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat. (Astawan.2010.pdf)


d.      Fungsi persiapan
Kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk jangkauan yang lebih jauh atau terjun ke masyarakat. (Astawan.2010.pdf)
e.       Fungsi pemilihan
Antara keperbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Pengakuan atas perbedaan berarti memberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya. Ini merupakan kebutuhan yang ideal bagi masyarakat demokratis, sehingga kurikulum perlu diprogram secara fleksibel. (Astawan.2010.pdf)
f.       Fungsi diagnostik
Salah satu segi pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang dimiliki melalui eksplorasi dan prognosa.(Astawan.2010.pdf)
Fungsi praksis dari kurikulum meliputi
a.       Fungsi bagi sekolah yang bersangkutan yakni sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan dan sebagai pedoman dalam mengatur kegiatan pendidikan sehari-hari.
b.      Untuk menjamin adanya pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
c.       Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan
(Astawan.2010.pdf)

4.      Peran guru dalam pengembangan kurikulum

Kurikulum, silabus dan rencana pembelajaran atau Satuan Acara Perkuliahan (SAP) yang tersusun dan telah disiapkan sedemikian rupa, tidak akan berarti apa-apa bila belum teraktualisasi menjadi kurikulum aktual. Melalui fungsi dan peran guru kurikulum dapat dijabarkan, dikembangkan, diperluas, sehingga dapat ditransformasikan kepada siswa dalam pembelajaran. Fungsi dan peran guru sangat penting dan strategis, karena melalui kepiawaian merekalah kurikulum punya makna dan arti. Artinya melalui guru nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dapat disampaikan kepada siswa, dan aktualisasi serta transformasi nilai-nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam kurikulum dilakukan oleh guru dalam implementasi kurikulum.( Syafrudin Nurdin, 2010: 103)
            Kurikulum atau program pembelajaran, baru punya arti bilamana telah diimplementasikan dan dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran.kurikulum nyata atau aktual kurikulum merupakan implementasi dari official curriculum oleh guru dalam kelas. Beberapa ahli mengatakan betapapun bagusnya kurikulum ( official) tapi hasilnya sangat tergantung pada apa yang dilakukan oleh guru dan juga siswa dalam kelas. Dengan demikian guru memegang peranan penting, baik didalam penyusunan maupun pelaksanaan (implementasi) kurikulum. ( Syafrudin Nurdin, 2010: 103)
            Berdasarkan pendapat dan uraian diatas, jelas bahwa peranan guru sangat menentukan dalam pencapaian hasil belajar atau harapan yang didinginkan oleh kurikulum. Karena, sebagai implementator dan pengembang kurikulum guru berfungsi dan berperan
1.      Memperkaya kurikulum
2.      Meningkatkan relefansi kurikulum dengan kebutuhan bakat dan minat anak
3.      Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan, tuntutan, dan perkembangan yang terjaadi di tengah-tengah masyarakat
4.      Menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetuahan , teknologi dan seni ( Syafrudin Nurdin, 2010: 105)
Sebagai pengembang kurikulum pertama sekali guru menjabarkan kurikulum ideal atau potensial (written curiculum) menjadi silabus. Kemudian silabus dikembangkan menjadi program pembelajaran setelah itu barulah rencana pembelajaran diaktualisasikan dikelas melalui kegiatan belajar mengajar ( pembelajaran). Sepintas, fungsi dan peranan guru tanpak tidak terlalu berat, tapi bila dikaji lebih dalam jelas bahwa fungsi dan peranannya cukup kompleks. Fungsi dan peran tersebut memerlukan keahlilan kompetensi kemauan dan komitmen keguruan yang tinggi. Disamping itu juga harus melalui pendidikan profesi guna untuk mendapatkan sertifikasi pendidik. ( Syafrudin Nurdin, 2010: 107)
Dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan ( citra umbara, 2006: 186-188), telah ditetapkan bahwa kualifikasi guru untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan anak usia dini (paud) yaitu diploma 4 (D IV) atau sarjana (S1). Dengan demikian jelas bahwa profesi guru hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional yang telah memiliki kualifikasi dan kompetensi tertentu, yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tenaga kependidikan khusus, seperti fakultas ilmu kependidikan ( FIP). ( Syafrudin Nurdin, 2010: 107-108)



















BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dari uraian makalah dapat di simpulkan, kurikulum adalah sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Peranan dan fungsi kurikulum adalah
Peranan:
a.       Peranan koservatif
b.      Peranan kreatif
c.       Peranan kritis dan evaluatif
Fungsi :
a.       Fungsi penyesuaian
b.      Fungsi integrasi
c.       Fungsi deferensiasi
d.      Fungsi persiapan
e.       Fungsi pemilihan
f.       Fungsi diagnostik
Kemudian peran guru dalam mengembangkan kurikulum yaitu:
a.       Memperkaya kurikulum
b.      Meningkatkan relefansi kurikulum dengan kebutuhan bakat dan minat anak
c.       Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan, tuntutan, dan perkembangan yang terjaadi di tengah-tengah masyarakat
d.      Menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetuahan , teknologi dan seni

 



 

DAFTAR PUSTAKA


Astawan.2010.pengertian,peranan dan fungsi kurikulum.http://astawan.files.wordpress.com. [Juni 2010] pdf.diakses 25 Februari 2016 pukul 20.14 WIB
Nurdin,syafruddin.2010.Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum.PT Ciputat Press:Jakarta
Hamalik,Oemar.2014.Kurikulum dan Pembelajaran.Bumi Aksara:Jakarta
Suyadi,dkk.2015.Implmentasi dan Inovasi Kurikulum Paud 2013.PT Remaja Rosdakarya:Bandung


Aplikasi Benda Tegar Dalam Kehidupan Sehari-hari



MAKALAH MEKANIKA

Tentang:
Aplikasi Benda Tegar Dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh
Rahma Asriani
14107028

Dosen Pembimbing
Sri Maiyena,S.Pd.,M.Sc.

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2015


KATA PENGANTAR


AssalamualaikumWr.Wb
Segala puji beserta syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT. Yang yang telah memberi hidayah berfikir sehingga dapat melaksanakan tugas untuk pembuatan makalah dalam upaya  memenuhi tugas mata kuliah Mekanika  yang berjudul Aplikasi Benda Tegar Dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam penulisan makalah ini penulis bermaksud untuk memberikan informasi kepada pembaca bahwa dalam konsep Benda Tegar memiliki aplikasi yang begitu besar dalam  kehidupan sehari-hari, karena dalam kehidupan ini tidak terlepas dari ilmu sains.
Penyusunan makalah ini tentunya tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja. Meskipun memiliki banyak kekurangan penulis beharap makalah ini dapat bermanfaat dan penulis meminta maaf sebelumnya kepada dosen, apabila masih belum mencapai sempurna. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun.
WassalamualaikumWr.Wb







Batusangkar, 02 Januari 2016





Penulis

DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Sejarah arsitekstur telah melahirkan para pemikir dan perancang bangunan yang karyanya sangat mengagumkan. Gabungan karya seni dan kekuatan yang kokoh menjadikan hasil karya itu bertahan lama mengukir sejarah. Kekuatan yang menopong keindahan itu terletak pada kesetimbangan yang di rencanakan dengan baik.
Dalam benda tegar,ukuran benda tidak di abaikan. Sehingga benda-benda yang bekerja pada benda hanya mungkin menyebabkan gerak translasi dan rotasi terhadap suau poros. Benda tegar dapat didefinisikan sebagai benda yang bentuk dan ukurannya tidak berubah. Benda tegar dalam kondisi statis akan memberikan syarat bahwa jumlah gaya sama dengan nol,dan jumlah torsi sama dengan nol. Yang mana syarat ini dinamakan syarat keseimbangan translasi dan rotasi.

1.2 Rumusan Masalah

1.      Apa itu benda tegar?
2.      Bagaimana penerapan benda tegar dalam kehidupan sehari-hari?

1.3 Tujuan Penulisan

1.      Mengetahui konsep dasar benda tegar
2.      Mengetahui aplikasi benda tegar dalam kehidupan sehari-hari


1.        

BAB II

 KAJIAN TEORI


2.1  Benda Tegar

Benda tegar didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa partikel titik dimana jarak antara partikel yang lain adalah tetap setiap saat. Pada kenyataannya, pertikel titik seperti atom dan molekul selalu bergetar, namun getaran ini terjadi dalam skala mikroskopik sehingga dapat diabaikan. Gerak dari sebuah benda tegar dapat digambarkan dengan menggunakan dua  sistem koordinat: sistem koordinat inersia dan sistem koordinat benda, yaitu sistem koordinat yang tetap terhadap bendannya.[1]
1.      Persamaan gerak benda tegar dalam kondisi statis
Benda tegar mempunyai 6 derajat kebebasan. Kedudukan setiap benda tegar ditentukan oleh kedudukan 3 titiknya yang tak segaris,sehingga terdapat 9 titik pada benda tegar. Namun tidak semua koordinat itu bebas, karena di antaranya berlaku 3 hubungan jarak.
    = d12  = d 23   =d31
Dengan 6 derajat kebebasan, maka persamaan utama sistem banyak pertikel yaitu:
 = Mc = ext          dan     = ext
Suatu gaya luar pada benda tegar dapat dipindah-pindahkan sepanjang garis kerjanya. Dua sistem gaya luar dengan ext   dan ext yang identik dinamakan sistem gaya luar yang ekivalen. Sehingga suatu sistem gaya luar pada benda tegar adalah ekivalen dengan suatu gaya luar pada titik pusat massa (tpm) dan satu kopel. Kopel yang dimaksud adalah sistem 2 gaya yang sama besar, berlawanan arah pada jarak tertentu.
Apabila berada dalam kondisi statis, maka berlaku :
ext = 0 dan ext = 0
Hal ini dinamakan syarat kesetimbangan  translasi dan syarat kesetimbangan rotasi.

2.      Rotasi sekitar poros tetap
Setiap bagian benda tegar menjalani gerak melingkar sekitar poros itu, hal ini karena perubahan sudut putarnya sama untuk semua bagian benda maka :
“ kecepatan sudut putar dan percepatan sudutnya identik untuk setiap bagian benda tegar itu “ oleh karena itu, gerak benda tersebut dapat dikemukakan dalam bentuk :
=(t)
Dari segi dinamaiknya, dibedakan dua macam gaya luar pada benda yaitu :
a.       Gaya pembatas geraknya, yang memaksa sistem tetap dalam bentuk gerak tersebut.
b.      Gaya-gaya luar lainnya, yang kadang-kadang disebut sebagai yang diterapkan.
Energi kinetik sistem berdasarkan setiap massa bagian dmnya yang melakukan gerak melingkar dengan kecepatan sudut yang sama yaitu :
T =  2 dm =  I2
I = 2 dm
I disebut momen inersia benda disekitar poros putarnya. I adalah kuantitas yang bergantun pada distribusi massa sistem sekitar poros.
3.      Perhitungan momen inersia
Penerapan momen inersia, pertama-tama dapat dilakukan melalui pengukuran, sama seperti massa. Beberapa contoh perhitungannya
a.       Batang tipis dengan sumu diujung batang
Iz = 2 dx = 3 = 2
b.      Batang tipis dengan sumbu di pusat batang
Iz = 2dx = 3 = 2
c.       Silinder pejal
I = 22
Dalil yang dapat membantu perhitungan momen inersia adalah:
a.       Momen inersia suatu benda adalah jumlah dari momen inersia bagian-bagiannya
b.      Jika I= momen inersia terhadap poros yang tidak di ketahui melalui titik pusat massa maka
 I = I0 + M2
Dimana I0 adalah momen inersia terhadap poros yang melalui titik pusat massanya dan sejajar dengan poros pertama tadi, dan a adalah jarak antara kedua poros itu.
Suatu cacatan umum tentang konsep momen inersia ini yaitu berdasarkan dimensinya ML2 dapat didefinisikan  jari-jari girasinya, yakni k melalui
I = mk2
Jadi k adalah jarak dari suatu titik massa M terhadap poros yang mempunyai momen inersia sebesar yang di punyai sistem yang dibicarakan.[2]

2.2 Kesetimbangan Benda Tegar

Kesetimbangan adalah suatu kondisi benda dengan resultan gaya dan resultan momen gaya sama dengan nol. Kesetimbangan biasa terjadi pada benda yang diam (statik). Contohnya semua bangunan gedung, jembatan, pelabuhan, dan lain-lain. Benda yang bergerak lurus beraturan (dinamik) contohnya gerak meteor diruang hampa, gerak kereta api di luar kota, elektron mengelilingi inti atom, dan lain-lain. Benda tegar adalah benda yang tidak berubah bentuknya karena pengaruh gaya dari luar. Kesetimbangan benda tegar dibedakan menjadi dua yaitu:
a.       Kesetimbangan Partikel
Pertikel adalah benda yang ukurannya dapat diabaikan dan hanya mengalami gerak translasi (tidak mengalami gerak rotasi). Syarat kesetimbangan pertikel
= 0, Fx = 0 (sumbu X), Fy = 0 (sumbu Y)



b.      Kesetimbangan Benda
Syarat kesetimbangan benda Fx = 0, Fy = 0, tS = 0. Momen gaya merupakan besaran vektor yang nilainya sama dengan hasil kali antara gaya dengan jarak  dari titik poros arah tegak lurus garis kerja gaya. Dirumuskan t = F.d
Putaran momen gaya yang searah dengan putaran jarum jam disebut momen gaya positif, sedangkan yang berlawanan putaran jarum jam disebut momen gaya negatif. Momen kopel adalah momen gaya yang diakibatkan pasangan dua gaya yang sama besarnya dan arahnya berlawanan tetapi tidak segaris kerja. Benda yang dikenai momen kopel akan bergerak rotasi terus menerus.[3]











 




BAB III

PEMBAHASAN


3.1 Aplikasi Benda Tegar Dalam Kehidupan Sehari-hari


Telah dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda dapat mengenai suatu titik yang disebut titik berat. Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam kesetimbangan rotasi. Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya.
1)      Tongkat pemukul kasti
 Saat kita lempar sambil sedikit berputar, gerakan tongkat pemukul tadi dapat kita gambarkan seperti membentuk suatu lintasan dari gerak translasi yang sedang dijalani, dimana pada kasus ini lintasannya berbentuk prabola. Tongkat ini memang berputar pada porosnya, yaitu tepat pada titik beratnya. Dan secara keseluruhan benda bergerak dalam lintasan prabola. Lintasan ini merupakan lintasan dari posisi titik berat benda tersebut.
Demikian halnya dengan seorang peloncat indah yang sedang terjun ke kolom renang. Dia melakukan gerak berputar saat terjun. Sebagaimana tongkat pemukul kasti tadi, peloncat indah itu juga menjalani gerak prabola yang bisa dilihat dari lintasan titik beratnya.
Description: C:\Users\ASUS X453M\Pictures\Screenshot_2016-01-03-12-02-27.png
Jadi lintasan gerak translasi dari benda tegar dapat ditinjau sebagai lintasan dari letak titik berat benda tersebut. Dari peristiwa ini tampak bahwa peranan titik berat begitu penting dalam menggambarkann gerak benda tegar.[4]

  3.2 Aplikasi Keseimbangan Dalam Teknologi


      1.   Pembuatan Jembatan Gantung
Description: C:\Users\ASUS X453M\Pictures\Screenshot_2016-01-03-12-18-58.png
Sebelum membuat jembatan gantung para insinyur melakukan perhitungan dengan sangat teliti. Mereka meneliti berapa gaya yang harus di miliki menara penyangga jembatan gantung agar cukup kuat mengimbangi berat jembatan maupun beban lalu lintas di atasnya sehingga gaya total sama dengan nol. Dalam keadaan demikian, jembatan gantung tetap dalam keseimbangan.
Dalam kenyataan di alam, untuk kekuatan jembatan tidak sesederhana itu dengan hanya memperhitungkan gaya berat beban jembatan  serta beban kendaraan saja karena jembatan yang ada di sungai dipengaruhi juga oleh kekuataan alam seperti angin dan kuat arus air di bawahnya. Sehingga jangan sampai jembatan yang sudah dibangun malah roboh karena tiupan angin dari samping seperti yang terjadi pada Tacoma bridge atau jembatan Kukur di Kalimantan yang roboh bukan karena faktor fisika atau gaya luar melainkan karena adanya prinsip keseimbangan yang diabaikan.
Description: C:\Users\ASUS X453M\Pictures\Screenshot_2016-01-03-13-07-48.png
      2.  Disain dan Pembuatan Mobil Balap

Description: C:\Users\ASUS X453M\Pictures\Screenshot_2016-01-03-12-16-20.png
Suatu benda akan lebih stabil bila titik beratnya lebih rendah dari titik alas atau tumpuannya lebih lebar. Hal ini yang mengakibatkan badan mobil balap dibuat rendah serta lebar. Dengan bentuk seperti ini diharapkan sebuah mobil balap lebih sulit terguling sewaktu menempuh lintasan tikungan dengan kecepatan tinggi. Selain pada mobil balap bentuk ini diterapkan pula pada mobil-mobil dengan akselerasi tinggi seperti sedan karena walaupun bobotnya kecil dengan kecepatan tinggi akan memiliki energi kinetik yang besar. Coba bandingkan dengan mobil bentuk lain yang dirancang dengan tingkat kecepatan akselerasi yang rendah seperti truk, bus, dan kendaraan besar lainnya.[5]



BAB IV

PENUTUP


4.1 Kesimpulan


Dari pembahasan makalah  dapat disimpulkan bahwa benda tegar adalah benda yang bentuk dan ukurannya tidak berubah yang dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Konsep benda tegar banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada pemukul tongkat kasti dan seorang peloncat indah yang sedang terjun ke kolan renang. Tidak hanya itu saja dalam teknologi konsep benda tegar ini sangat penting, seperti pada pembangunan jembatan gantung dan pembuatan mobil balap.
Jadi ilmu fisika khususnya mekanika, tidak hanya sebagai ilmu eksek yang tidak ada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya setiap ilmu yang kita pelajari ini memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan sehari-hari, karena dasar munculnya ilmu yang kita pelajari itu dari alam semesta ini. Maka dari itu, setiap ilmu yang dipelajari memiliki penerapan masing-masing dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja kita sendiri yang kurang menyadari hal yang demikian.











DAFTAR PUSTAKA


Astono juli.mekanika.UNY:Yogyakarta
Fisikasmasmk.2012.Aplikasi-Keseimbangan-Dalam-Teknologi.http://blogspot.co.id[Januari 2012] 02 Januari 2016 pukul 21.00 WIB
Indah novita.2014. makalah-mekanika-penerapan.http://blogspot.co.id[Juni 2014]02 Januari 2016 pukul 21.00 WIB
Maiyena Sri.2013.Mekanika.Press STAIN Batusangkar:Batusangkar



[1] Juli Astono.Mekanika.(Yogyakarta:Universitas Negeri Yogyakartaa (UNY). Hal.154
[2] Sri Maiyena.2013.Mekanika.Batusangkar:STAIN Batusangkar Press.hal.68-70
[4] Ibid.