MAKALAH MEKANIKA
Tentang:
Aplikasi Benda Tegar Dalam
Kehidupan Sehari-hari
Oleh
Rahma Asriani
14107028
Dosen Pembimbing
Sri Maiyena,S.Pd.,M.Sc.
JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN FISIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)
BATUSANGKAR
2015
KATA PENGANTAR
AssalamualaikumWr.Wb
Segala puji beserta syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT. Yang
yang telah memberi hidayah berfikir sehingga dapat melaksanakan tugas untuk
pembuatan makalah dalam upaya memenuhi
tugas mata kuliah Mekanika
yang berjudul Aplikasi Benda Tegar Dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam penulisan makalah ini penulis bermaksud untuk memberikan informasi
kepada pembaca bahwa dalam konsep Benda Tegar memiliki aplikasi yang
begitu besar dalam kehidupan sehari-hari,
karena dalam kehidupan ini tidak terlepas dari ilmu sains.
Penyusunan makalah ini tentunya tidak luput dari
kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja. Meskipun memiliki banyak kekurangan
penulis beharap makalah ini dapat bermanfaat dan penulis meminta maaf sebelumnya
kepada dosen, apabila masih belum mencapai sempurna. Penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun.
WassalamualaikumWr.Wb
Batusangkar, 02
Januari 2016
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejarah
arsitekstur telah melahirkan para pemikir dan perancang bangunan yang karyanya
sangat mengagumkan. Gabungan karya seni dan kekuatan yang kokoh menjadikan
hasil karya itu bertahan lama mengukir sejarah. Kekuatan yang menopong
keindahan itu terletak pada kesetimbangan yang di rencanakan dengan baik.
Dalam
benda tegar,ukuran benda tidak di abaikan. Sehingga benda-benda yang bekerja
pada benda hanya mungkin menyebabkan gerak translasi dan rotasi terhadap suau
poros. Benda tegar dapat didefinisikan sebagai benda yang bentuk dan ukurannya
tidak berubah. Benda tegar dalam kondisi statis akan memberikan syarat bahwa
jumlah gaya sama dengan nol,dan jumlah torsi sama dengan nol. Yang mana syarat
ini dinamakan syarat keseimbangan translasi dan rotasi.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa itu benda tegar?
2.
Bagaimana penerapan benda tegar dalam
kehidupan sehari-hari?
1.3 Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui konsep dasar benda tegar
2.
Mengetahui aplikasi benda tegar dalam
kehidupan sehari-hari
1.
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Benda Tegar
Benda
tegar didefinisikan sebagai kumpulan dari beberapa partikel titik dimana jarak
antara partikel yang lain adalah tetap setiap saat. Pada kenyataannya, pertikel
titik seperti atom dan molekul selalu bergetar, namun getaran ini terjadi dalam
skala mikroskopik sehingga dapat diabaikan. Gerak dari sebuah benda tegar dapat
digambarkan dengan menggunakan dua sistem
koordinat: sistem koordinat inersia dan sistem koordinat benda, yaitu sistem
koordinat yang tetap terhadap bendannya.[1]
1. Persamaan
gerak benda tegar dalam kondisi statis
Benda
tegar mempunyai 6 derajat kebebasan. Kedudukan setiap benda tegar ditentukan
oleh kedudukan 3 titiknya yang tak segaris,sehingga terdapat 9 titik pada benda
tegar. Namun tidak semua koordinat itu bebas, karena di antaranya berlaku 3
hubungan jarak.
Dengan
6 derajat kebebasan, maka persamaan utama sistem banyak pertikel yaitu:
Suatu
gaya luar pada benda tegar dapat dipindah-pindahkan sepanjang garis kerjanya.
Dua sistem gaya luar dengan
ext dan
ext
yang
identik dinamakan sistem gaya luar yang ekivalen. Sehingga suatu sistem gaya
luar pada benda tegar adalah ekivalen dengan suatu gaya luar pada titik pusat
massa (tpm) dan satu kopel. Kopel yang dimaksud adalah sistem 2 gaya yang sama
besar, berlawanan arah pada jarak tertentu.
Apabila
berada dalam kondisi statis, maka berlaku :
Hal
ini dinamakan syarat kesetimbangan
translasi dan syarat kesetimbangan rotasi.
2. Rotasi
sekitar poros tetap
Setiap
bagian benda tegar menjalani gerak melingkar sekitar poros itu, hal ini karena
perubahan sudut putarnya sama untuk semua bagian benda maka :
“
kecepatan sudut putar dan percepatan sudutnya identik untuk setiap bagian benda
tegar itu “ oleh karena itu, gerak benda tersebut dapat dikemukakan dalam
bentuk :
Dari
segi dinamaiknya, dibedakan dua macam gaya luar pada benda yaitu :
a. Gaya
pembatas geraknya, yang memaksa sistem tetap dalam bentuk gerak tersebut.
b. Gaya-gaya
luar lainnya, yang kadang-kadang disebut sebagai yang diterapkan.
Energi
kinetik sistem berdasarkan setiap massa bagian dmnya yang melakukan gerak
melingkar dengan kecepatan sudut yang sama yaitu :
T
=
2
dm =
I
2
I
=
2 dm
I
disebut momen inersia benda disekitar poros putarnya. I adalah kuantitas yang
bergantun pada distribusi massa sistem sekitar poros.
3. Perhitungan
momen inersia
Penerapan
momen inersia, pertama-tama dapat dilakukan melalui pengukuran, sama seperti
massa. Beberapa contoh perhitungannya
a. Batang
tipis dengan sumu diujung batang
Iz
=
2
dx =
3
=
2
b. Batang
tipis dengan sumbu di pusat batang
Iz =
2
dx =
3 =
2
c. Silinder
pejal
I
=
2
2
Dalil
yang dapat membantu perhitungan momen inersia adalah:
a. Momen
inersia suatu benda adalah jumlah dari momen inersia bagian-bagiannya
b. Jika
I= momen inersia terhadap poros yang tidak di ketahui melalui titik pusat massa
maka
I = I0 + M
2
Dimana
I0 adalah momen inersia terhadap poros yang melalui titik pusat
massanya dan sejajar dengan poros pertama tadi, dan a adalah jarak antara kedua
poros itu.
Suatu
cacatan umum tentang konsep momen inersia ini yaitu berdasarkan dimensinya ML2
dapat didefinisikan jari-jari girasinya,
yakni k melalui
I
= mk2
Jadi
k adalah jarak dari suatu titik massa M terhadap poros yang mempunyai momen
inersia sebesar yang di punyai sistem yang dibicarakan.[2]
2.2 Kesetimbangan Benda Tegar
Kesetimbangan
adalah suatu kondisi benda dengan resultan gaya dan resultan momen gaya sama
dengan nol. Kesetimbangan biasa terjadi pada benda yang diam (statik).
Contohnya semua bangunan gedung, jembatan, pelabuhan, dan lain-lain. Benda yang
bergerak lurus beraturan (dinamik) contohnya gerak meteor diruang hampa, gerak
kereta api di luar kota, elektron mengelilingi inti atom, dan lain-lain. Benda
tegar adalah benda yang tidak berubah bentuknya karena pengaruh gaya dari luar.
Kesetimbangan benda tegar dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Kesetimbangan
Partikel
Pertikel
adalah benda yang ukurannya dapat diabaikan dan hanya mengalami gerak translasi
(tidak mengalami gerak rotasi). Syarat kesetimbangan pertikel
b. Kesetimbangan
Benda
Syarat
kesetimbangan benda Fx = 0, Fy = 0, tS = 0. Momen gaya
merupakan besaran vektor yang nilainya sama dengan hasil kali antara gaya dengan
jarak dari titik poros arah tegak lurus
garis kerja gaya. Dirumuskan t = F.d
Putaran
momen gaya yang searah dengan putaran jarum jam disebut momen gaya positif,
sedangkan yang berlawanan putaran jarum jam disebut momen gaya negatif. Momen
kopel adalah momen gaya yang diakibatkan pasangan dua gaya yang sama besarnya
dan arahnya berlawanan tetapi tidak segaris kerja. Benda yang dikenai momen
kopel akan bergerak rotasi terus menerus.[3]
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Aplikasi Benda Tegar Dalam Kehidupan Sehari-hari
Telah
dikatakan sebelumnya bahwa suatu benda tegar dapat mengalami gerak translasi
(gerak lurus) dan gerak rotasi. Benda tegar akan melakukan gerak translasi
apabila gaya yang diberikan pada benda dapat mengenai suatu titik yang disebut
titik berat. Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam
kesetimbangan rotasi. Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan
rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu
rotasi dan lintasan dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak
translasinya.
1) Tongkat
pemukul kasti
Saat kita lempar sambil sedikit berputar,
gerakan tongkat pemukul tadi dapat kita gambarkan seperti membentuk suatu
lintasan dari gerak translasi yang sedang dijalani, dimana pada kasus ini
lintasannya berbentuk prabola. Tongkat ini memang berputar pada porosnya, yaitu
tepat pada titik beratnya. Dan secara keseluruhan benda bergerak dalam lintasan
prabola. Lintasan ini merupakan lintasan dari posisi titik berat benda
tersebut.
Demikian
halnya dengan seorang peloncat indah yang sedang terjun ke kolom renang. Dia
melakukan gerak berputar saat terjun. Sebagaimana tongkat pemukul kasti tadi,
peloncat indah itu juga menjalani gerak prabola yang bisa dilihat dari lintasan
titik beratnya.

Jadi
lintasan gerak translasi dari benda tegar dapat ditinjau sebagai lintasan dari
letak titik berat benda tersebut. Dari peristiwa ini tampak bahwa peranan titik
berat begitu penting dalam menggambarkann gerak benda tegar.[4]
3.2 Aplikasi Keseimbangan Dalam Teknologi
1. Pembuatan
Jembatan Gantung

Sebelum
membuat jembatan gantung para insinyur melakukan perhitungan dengan sangat
teliti. Mereka meneliti berapa gaya yang harus di miliki menara penyangga
jembatan gantung agar cukup kuat mengimbangi berat jembatan maupun beban lalu
lintas di atasnya sehingga gaya total sama dengan nol. Dalam keadaan demikian,
jembatan gantung tetap dalam keseimbangan.
Dalam
kenyataan di alam, untuk kekuatan jembatan tidak sesederhana itu dengan hanya
memperhitungkan gaya berat beban jembatan
serta beban kendaraan saja karena jembatan yang ada di sungai
dipengaruhi juga oleh kekuataan alam seperti angin dan kuat arus air di
bawahnya. Sehingga jangan sampai jembatan yang sudah dibangun malah roboh
karena tiupan angin dari samping seperti yang terjadi pada Tacoma bridge atau jembatan Kukur di Kalimantan yang roboh bukan
karena faktor fisika atau gaya luar melainkan karena adanya prinsip
keseimbangan yang diabaikan.

2. Disain
dan Pembuatan Mobil Balap

Suatu
benda akan lebih stabil bila titik beratnya lebih rendah dari titik alas atau
tumpuannya lebih lebar. Hal ini yang mengakibatkan badan mobil balap dibuat
rendah serta lebar. Dengan bentuk seperti ini diharapkan sebuah mobil balap
lebih sulit terguling sewaktu menempuh lintasan tikungan dengan kecepatan
tinggi. Selain pada mobil balap bentuk ini diterapkan pula pada mobil-mobil
dengan akselerasi tinggi seperti sedan karena walaupun bobotnya kecil dengan
kecepatan tinggi akan memiliki energi kinetik yang besar. Coba bandingkan
dengan mobil bentuk lain yang dirancang dengan tingkat kecepatan akselerasi
yang rendah seperti truk, bus, dan kendaraan besar lainnya.[5]
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari
pembahasan makalah dapat disimpulkan
bahwa benda tegar adalah benda yang bentuk dan ukurannya tidak berubah yang
dapat mengalami gerak translasi (gerak lurus) dan gerak rotasi. Konsep benda
tegar banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pada pemukul
tongkat kasti dan seorang peloncat indah yang sedang terjun ke kolan renang.
Tidak hanya itu saja dalam teknologi konsep benda tegar ini sangat penting,
seperti pada pembangunan jembatan gantung dan pembuatan mobil balap.
Jadi
ilmu fisika khususnya mekanika, tidak hanya sebagai ilmu eksek yang tidak ada
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya setiap ilmu yang kita
pelajari ini memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan sehari-hari, karena
dasar munculnya ilmu yang kita pelajari itu dari alam semesta ini. Maka dari
itu, setiap ilmu yang dipelajari memiliki penerapan masing-masing dalam
kehidupan sehari-hari. Hanya saja kita sendiri yang kurang menyadari hal yang
demikian.
DAFTAR PUSTAKA
Astono juli.mekanika.UNY:Yogyakarta
Fisikasmasmk.2012.Aplikasi-Keseimbangan-Dalam-Teknologi.http://blogspot.co.id[Januari
2012] 02 Januari 2016 pukul 21.00 WIB
Indah
novita.2014. makalah-mekanika-penerapan.http://blogspot.co.id[Juni
2014]02 Januari 2016 pukul 21.00 WIB
Maiyena
Sri.2013.Mekanika.Press STAIN
Batusangkar:Batusangkar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar