Minggu, 28 Februari 2016

hakikat kurikulum dan pembelajaran


MAKALAH TELAAH KURIKULUM FISIKA
Tentang:
Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran
Oleh
Rahma Asriani         14107028
Rani Anwar              14107029
Santri Ulfa Yanti      14107036

Dosen Pembimbing
Novia lizelwati, M.Pfis.
Artha Nessa Chandra M.Pd

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
BATUSANGKAR
2016


KATA PENGANTAR


AssalamualaikumWr.Wb
Segala puji beserta syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberi hidayah berfikir sehingga dapat melaksanakan tugas untuk pembuatan makalah dalam upaya  memenuhi tugas mata kuliah Telaah Kurikulum Fisika  yang berjudul Hakikat Kurikulum dan Pembelajaran
Penyusunan makalah ini tentunya tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja. Meskipun memiliki banyak kekurangan penulis beharap makalah ini dapat bermanfaat dan penulis meminta maaf sebelumnya kepada dosen, apabila masih belum mencapai sempurna. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun.
WassalamualaikumWr.Wb










Batusangkar, 26 Februari 2016


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.. ii
DAFTAR ISI. iii
BAB I PENDAHULUAN.. 1
1.      Latar Belakang. 1
2.      Rumusan Masalah. 1
3.      Tujuan. 1
BAB II PEMBAHASAN.. 2
1.      Pengertian kurikulum.. 2
2.      Peran Kurikulum.. 2
3.      Fungsi Kurikulum.. 3
4.      Peran guru dalam pengembangan kurikulum.. 4
BAB III PENUTUP.. 7
1.      Kesimpulan. 7
DAFTAR PUSTAKA.. 8



 


BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang

Kurikulum sering diartikan sebagai wadah seperangkat konsep tentang praktik pendidikan seperangkat konsep tersebut dibuat sebagai acuan dari pelaksanaan praktik pendidikan. Kurikulum berusaha menerjemahkan tujuan pendidikan sekaligus tujuan dari pengembangan manusia suatu bangsa kedalam konsep-konsep yang sistematis. Dengan harapan agar pendidikan bisa dilaksanakan lebih terarah sehingga bisa efektif dan efisien. Jadi sedikit banyaknya kurikulum merupakan gambaran orientasi suatu bangsa.

2.      Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian kurikulum ?
2.      Bagaimana peran dan fungsi kurikulum?
3.      Bagaimana peranan guru dalam pengembangan kurikulum?

3.      Tujuan

1.      Untuk mengetahui apa itu kurikulum
2.      Untuk mengetahui bagaimana peran dan fungsi kurikulum
3.      Untuk mengetahui peranan guru dalam pengembangan kurikulum









BAB II
PEMBAHASAN


1.      Pengertian kurikulum

Istilah kurikulum berasal dari bahasa latin, yakni “curriculae”, artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Pada waktu itu, pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh ijazah.  (Omear Hamalik.2014.hal 16)
Menurut B. Othanel Smith,W.O.Starley dan J.Harian Shores, kurikulum merupakan sejumlah pengelaman potensial yang diatur untuk tujuan mendisiplinkan anak-anak dan remaja agar mereka dapat berpikir dan bertindak sesuai dengan kelompok. Sejalan dengan itu Nana Sudjana memandang kurikulum sebagai sebuah program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematik dan diberikan oleh lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan.(Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)
Omear Hamalik menjelaskan bahwa kurikulum adalah perencanaan kesempatan belajar untuk membina siswa kearah perubahan prilaku yang diinginkan dan menilai hingga di mana perubahan-perubahan tersebut telah terjadi pada diri siswa yang bersangkutan. (Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)
Dalam undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (19), istilah kurikulum diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (Suyadi dan Dahlia.2015.hal 2)

2.      Peran Kurikulum

Menurut Oemar Hamalik dalam Toto Ruhimat, kurikulum memiliki tiga peran, yaitu peran konservatif, kreatif, serta kritis dan evaluatif.
a.       Peranan koservatif
Kurikulum sebagai sarana mentransmisikan nilai-nilai warisan budaya masa lalu yang dianggap masih relavan dengan masa kini kepada siswa. Dengan demikian, tugas pendidik disini adalah mempengaruhi dan membina prilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)
b.      Peranan kreatif
Kurikulum melaksanakan kegiatan yang bersifat kreaktif, yaitu menciptakan dan mengembangkan sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan yang akan datang. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)
c.       Peranan kritis dan evaluatif
Kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam mengontrol dan memfilter nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan dan tuntutan masa kini, kemudian dihilangkan dan diadakan modifikasi dan perbaikan agar sesuai dengan masa sekarang. (Suyadi dan Dahlia,2015:5)

3.      Fungsi Kurikulum

Secara umum fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Menurut Alexander Inglis, fungsi kurikulum meliputi:
a.       Fungsi penyesuaian
Karena individu hidup dalam lingkungan, sedangkan lingkungan tersebut senantiasa berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis dan dibalik lingkungan pun harus disesuaikan dengan kondisi perorangan.  
(Astawan.2010.pdf)
b.      Fungsi integrasi
Kurikulum berfungsi mendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi. Karena individu itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat, maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan dan pengintegrasian masyarakat. (Astawan.2010.pdf)
c.       Fungsi deferensiasi
Kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat. Pada dasarnya deferensiasi akan mendorong orang berpikir kritis dan kreatif, serta akan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat. (Astawan.2010.pdf)


d.      Fungsi persiapan
Kurikulum berfungsi mempersiapkan siswa agar mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk jangkauan yang lebih jauh atau terjun ke masyarakat. (Astawan.2010.pdf)
e.       Fungsi pemilihan
Antara keperbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Pengakuan atas perbedaan berarti memberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya. Ini merupakan kebutuhan yang ideal bagi masyarakat demokratis, sehingga kurikulum perlu diprogram secara fleksibel. (Astawan.2010.pdf)
f.       Fungsi diagnostik
Salah satu segi pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar mereka mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Ini dapat dilakukan bila mereka menyadari semua kelemahan dan kekuatan yang dimiliki melalui eksplorasi dan prognosa.(Astawan.2010.pdf)
Fungsi praksis dari kurikulum meliputi
a.       Fungsi bagi sekolah yang bersangkutan yakni sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan dan sebagai pedoman dalam mengatur kegiatan pendidikan sehari-hari.
b.      Untuk menjamin adanya pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
c.       Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan
(Astawan.2010.pdf)

4.      Peran guru dalam pengembangan kurikulum

Kurikulum, silabus dan rencana pembelajaran atau Satuan Acara Perkuliahan (SAP) yang tersusun dan telah disiapkan sedemikian rupa, tidak akan berarti apa-apa bila belum teraktualisasi menjadi kurikulum aktual. Melalui fungsi dan peran guru kurikulum dapat dijabarkan, dikembangkan, diperluas, sehingga dapat ditransformasikan kepada siswa dalam pembelajaran. Fungsi dan peran guru sangat penting dan strategis, karena melalui kepiawaian merekalah kurikulum punya makna dan arti. Artinya melalui guru nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dapat disampaikan kepada siswa, dan aktualisasi serta transformasi nilai-nilai, sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam kurikulum dilakukan oleh guru dalam implementasi kurikulum.( Syafrudin Nurdin, 2010: 103)
            Kurikulum atau program pembelajaran, baru punya arti bilamana telah diimplementasikan dan dikembangkan oleh guru dalam pembelajaran.kurikulum nyata atau aktual kurikulum merupakan implementasi dari official curriculum oleh guru dalam kelas. Beberapa ahli mengatakan betapapun bagusnya kurikulum ( official) tapi hasilnya sangat tergantung pada apa yang dilakukan oleh guru dan juga siswa dalam kelas. Dengan demikian guru memegang peranan penting, baik didalam penyusunan maupun pelaksanaan (implementasi) kurikulum. ( Syafrudin Nurdin, 2010: 103)
            Berdasarkan pendapat dan uraian diatas, jelas bahwa peranan guru sangat menentukan dalam pencapaian hasil belajar atau harapan yang didinginkan oleh kurikulum. Karena, sebagai implementator dan pengembang kurikulum guru berfungsi dan berperan
1.      Memperkaya kurikulum
2.      Meningkatkan relefansi kurikulum dengan kebutuhan bakat dan minat anak
3.      Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan, tuntutan, dan perkembangan yang terjaadi di tengah-tengah masyarakat
4.      Menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetuahan , teknologi dan seni ( Syafrudin Nurdin, 2010: 105)
Sebagai pengembang kurikulum pertama sekali guru menjabarkan kurikulum ideal atau potensial (written curiculum) menjadi silabus. Kemudian silabus dikembangkan menjadi program pembelajaran setelah itu barulah rencana pembelajaran diaktualisasikan dikelas melalui kegiatan belajar mengajar ( pembelajaran). Sepintas, fungsi dan peranan guru tanpak tidak terlalu berat, tapi bila dikaji lebih dalam jelas bahwa fungsi dan peranannya cukup kompleks. Fungsi dan peran tersebut memerlukan keahlilan kompetensi kemauan dan komitmen keguruan yang tinggi. Disamping itu juga harus melalui pendidikan profesi guna untuk mendapatkan sertifikasi pendidik. ( Syafrudin Nurdin, 2010: 107)
Dalam peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan ( citra umbara, 2006: 186-188), telah ditetapkan bahwa kualifikasi guru untuk jenjang pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan anak usia dini (paud) yaitu diploma 4 (D IV) atau sarjana (S1). Dengan demikian jelas bahwa profesi guru hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional yang telah memiliki kualifikasi dan kompetensi tertentu, yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan tenaga kependidikan khusus, seperti fakultas ilmu kependidikan ( FIP). ( Syafrudin Nurdin, 2010: 107-108)



















BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dari uraian makalah dapat di simpulkan, kurikulum adalah sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Peranan dan fungsi kurikulum adalah
Peranan:
a.       Peranan koservatif
b.      Peranan kreatif
c.       Peranan kritis dan evaluatif
Fungsi :
a.       Fungsi penyesuaian
b.      Fungsi integrasi
c.       Fungsi deferensiasi
d.      Fungsi persiapan
e.       Fungsi pemilihan
f.       Fungsi diagnostik
Kemudian peran guru dalam mengembangkan kurikulum yaitu:
a.       Memperkaya kurikulum
b.      Meningkatkan relefansi kurikulum dengan kebutuhan bakat dan minat anak
c.       Menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan, tuntutan, dan perkembangan yang terjaadi di tengah-tengah masyarakat
d.      Menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetuahan , teknologi dan seni

 



 

DAFTAR PUSTAKA


Astawan.2010.pengertian,peranan dan fungsi kurikulum.http://astawan.files.wordpress.com. [Juni 2010] pdf.diakses 25 Februari 2016 pukul 20.14 WIB
Nurdin,syafruddin.2010.Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum.PT Ciputat Press:Jakarta
Hamalik,Oemar.2014.Kurikulum dan Pembelajaran.Bumi Aksara:Jakarta
Suyadi,dkk.2015.Implmentasi dan Inovasi Kurikulum Paud 2013.PT Remaja Rosdakarya:Bandung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar