MAKALAH STRATEGI PEMBELAJARAN FISIKA
tentang:
“ PROBLEM BASED LEARNING ”
Oleh:
Kelompok 1 :
Anisa Sri Wulan
Rahma Asriani 14107028
Resti 14 107 030
Dosen Pembimbing:
Novia Lizelwati, M.Pfis.
FALKUTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN)
BATUSANGKAR
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah senantiasa mencurahkan rahmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Strategi pembelajaran berbasis masalah (problem base learning)” ini tepat pada waktunya. Shalawat beserta salam marilah kita mohon kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman kebodohan sampai zaman yang berilmu pengetahuan yang kita rasakan saat ini.
Dalam penulisan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk selanjutnya penulis bisa lebih baik lagi.
Terima kasih penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dan menyumbangkan pikirannya dalam pembuatan makalah ini.Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa yang membacanya.
Batusangkar, Oktober 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................
DAFTAR ISI...............................................................
BAB 1 PENDAHULUAN...........................................
A. Latar Belakang .........................................
B. Rumusan Masalah........................................
C. Tujuan Penulisan...................................
BAB II PEMBAHASAN............................
A. Defenisi Problem Base Learning ....................................
B. Komponen-komponen Strategi Problem Based Learning................
C. Karakteristik Strategi Problem Base Learning...................................
D. Langkah-Langkah Strategi Problem Base Learning (Sintaks)...................
E. Kelebihan Dan Kelemahan Strategi Problem Base Learning......................
F. Konsep Fisika Yang Cocok Untuk Strategi Problem Base Learning.............
G. Contoh Skenario Penerapan Strategi Problem Base Learning 10 ...................
BAB IV PENUTUP ............................................................................................
A. Kesimpulan .................................................................................
B. Saran ....................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran merupakan proses penambahan informasi dan kemampuan baru yang dimediasi oleh seseorang atau lebih pengajar/pendidik. Dalam praktiknya, pengajar/pendidik sering menemui kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Hal seperti dapat dikarenakan kurangnya kesiapan guru ketika masuk kelas, tidak tepatnya metode pembelajaran yang digunakan, dan faktor lainnya.
Seorang guru harus mampu memanajemen pembelajaran yang akan dia sampaikan. Baik dalam hal penguasaan materi ataupun dalam penggunaan metode, strategi, taktik maupun triknya dalam mengajar.
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis akan menjelaskan tentang konsep Model Problem Based Learning (PBL) sebagai salah satu dari sekian banyak model pembelajaran yang digunakan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa defenisi Model Problem Based Learning (PBL)?
2. Apa komponen-komponen dari Problem Based Learning (PBL)
3. Apa Karakteristik dari Model Problem Based Learning (PBL).
4. Apa saja Sintaks Model Problem Based Learning (PBL)?
5. Apa Kelebihan Dan Kelemahan Strategi Problem Base Learning ?
6. Apa Konsep Fisika Yang Cocok Untuk Strategi Problem Base Learning ?
7. Apa Contoh Skenario Penerapan Strategi Problem Base Learning?
C. Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui:
1. Defenisi Model Problem Based Learning (PBL)
2. Komponen-komponen Problem Based Learning (PBL)
3. Karakteristik Model Problem Based Learning (PBL).
4. Langkah-Langkah Strategi Problem Base Learning (Sintaks)
5. Kelebihan Dan Kelemahan Strategi Problem Base Learning
6. Konsep Fisika Yang Cocok Untuk Strategi Problem Base Learning
7. Contoh Skenario Penerapan Strategi Problem Base Learning
BAB II
PEMBAHASAN
A. Defenisi Problem Base Learning
Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) atau Problem Based Learning (PBL) menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1. Tan dalam Rusman menyatakan
PBL merupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada.
2. Rusman (2011),
kurikulum PBL memfasilitasi keberhasilan memecahkan masalah, komunikasi, kerja kelompok dan keterampilan interpersonal dengan lebih baik dibanding pendekatan yang lain.
3. Wina sanjaya (2008),
PBL diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah.
Jadi, Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan pengetahuan baru dan melatih keterampilan menyelesaikan masalah adalah tujuan utama proses pembelajaran.
Untuk mengimplementasikan SPBM, guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. Permasalahan tersebut bisa diambil dari buku teks atau dari sumber-sumber lain misalnya dari peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, peristiwa dalam keluarga atau dari peristiwa kemasyarakatan.
B. Komponen-komponen Strategi Problem Based Learning
Komponen-komponen pembelajaran berbasis masalah dikemukakan oleh Arends, diantaranya ialah :
1. Permasalahan autentik.
Mengorganisasikan masalah nyata yang penting secara sosial dan bermanfaat bagi peserta didik. Permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam dunia nyata yang tidak dapat dijawab dengan jawaban yang sederhana.
2. Fokus interdisipliner
Agar peserta didik belajar berfikir struktural dan belajar menggunakan berbagai prespektif keilmuan.
3. Pengamatan autentik
Untuk menemukan solusi yang nyata. Peserta didik diwajibkan untuk menganalisis dan menetapkan masalah , membuat hipotesa dan membuat prediksi, menyimpulkan dan mengenalisis informasi, melaksanakan eksperimen, membuat inferensi, dan menarik kesimpulan.
4. Produk
Peserta didik dituntut untuk membuat produk hasil pengamatan. Produk bisa berupa kertas yang dideskripsikan dan didemonstrasikan kepada orang lain.
5. Kaloborasi
Dapat mendorong penyalidikan dan dialog bersama untuk mengembangkan ketrampilan berfikir dan ketrmpilan sosial.
C. Karakteristik Strategi Problem Base Learning
Rusman menyebutkan bahwa karakteristik PBL adalah sebagai berikut:
1. Permasalahan menjadi starting point dalam belajar.
2. Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada didunia nyata yang tidak terstruktur.
3. Permasalahan membutuhkan perspektif ganda (multiple perspective).
4. Permasalahn menantang pengetahuan yang dimiliki siswa, sikap dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar.
5. Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama.
6. Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam penggunaannya dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial.
7. Belajar adalah kolaboratif, komunikatif dan kooperatif.
8. Pengembangan keterampilan inkuiri dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan.
9. Keterbukaan proses dalam PBL meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar.
10. PBL melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar.
Karakteristik PBM dari Oon Seng Tan:
1. Pengajuan pertanyaan atau masalah (memaham masalah)
2. Berfokus pada keterkaitan antardisiplin
3. Penyelidikan autentik
4. Menghasilkan produk atau karya yang kemudian dipamerkan
5. Kerja sama
Tujuan penggunaan metode mengajar ini adalah untuk memberikan kemampuan dasar dan teknik kepada siswa agar mampu memecahkan masalah, ketimbang hanya dicekoki dengan sejumlah data dan informasi yang harus dihafalkan.
Dengan metode mengajar ini, pendidik memberikan bekal kepada siswa tentang kemanpuan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan kaidah ilmiah tentang teknik dan langkah-langkah berfikir kritis dan rasional.
D. Langkah-Langkah Strategi Problem Base Learning (Sintaks)
Tahapan-tahapan SPBM adalah menurut Jhon Dewey dalam Wina Sanjaya, yakni:
a. Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa menentukan masalah yang akan dipecahkan.
b. Menganalisi masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang.
c. Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan berbagai kemungkinan pemecahan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
d. Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah.
e. Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengambil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan.
f. Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai dengan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan.
Sintaks suatu pembelajaran berisi langkah-langkah praktis yang harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam suatu kegiatan. Pada pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari lima langkah utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa.
Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-langkah pada tabel berikut :
Sintaks Pengajaran Berdasarkan Masalah
Tahap Tingkah Laku Guru
Tahap-1
Orientasi siswa pada masalah
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih
Tahap-2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
Tahap-3
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
Tahap-4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya
Tahap-5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Menurut Ibrahim dalam (Trianto, 2009: 97), di dalam kelas PBL, peran guru berbeda dengan kelas tradisional. Peran guru di dalam kelas PBL antara lain sebagai berikut :
1. Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah autentik, yaitu masalah kehidupan nyata sehari-hari
2. Memfasilitasi/ membimbing penyelidikan misalnya melakukan pengamatan atau melakukan eksperimen/percobaan
3. Memfasilitasi dialog siswa, dan
4. Mendukung belajar siswa.
E. Kelebihan Dan Kelemahan Strategi Problem Base Learning
Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan sebagai berikut : (Ahsan, Arfiyadi, 2012)
Kelebihan :
a. Merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
b. Dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
c. Dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
d. Dapat membantu siswa bagaimana mentranfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
e. Dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
f. Pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
g. Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir lebih kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan.
h. Dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
i. Dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
j. Dapat membentuk siswa untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang dibarengi dengan kemampuan inovatif dan sikap kreatif akan tumbuh dan berkembang.
k. Dengan model pembelajaran berbasis masalah, kemandirian siswa dalam belajar akan mudah terbentuk, yang pada akhirnya akan menjadi kebiasaan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemuinya dalam aktivitas kehidupan nyata sehari-hari ditengah-tengah masyarakat.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah harus dimulai dengan kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan. Pada tahapan ini guru membimbing peserta didik pada kesadaran adanya kesenjangan atau gap yang dirasakan oleh manusia atau lingkungan sosial. Kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik, pada tahapan ini adalah peserta didik dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang terjadi dari berbagai fenomena yang ada.
Disamping keunggulannya, model ini juga mempunyai kelemahan :
a. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
b. Keberhasilan model pembelajaran PBL ini membutuhkan cukup waktu untuk persiapan dan pelaksanaannya.
c. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari
F. Konsep Fisika Yang Cocok Untuk Strategi Problem Base Learning
Tidak semua konsep yang ada di pembahasan fisika cocok untuk strategi Problem Based Learning (PBL), karena apabila masalah tersebut bisa diselesaikan secara langsung kita tidak perlu mengunakan strategi PBL. Contoh konsep fisika yang penyelesaiannya menggunakan PBL yaitu konsep optik geometri. Karena didalamnya berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari para peserta didik. Selama ini peserta didik selalu kesulitan terutama dalam hal membedakan sifat bayangan maya dan nyata yang terbentuk khususnya pada cermin dan lensa. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya mereka menghafalkan setiap pembentukan bayangan, padahal pembelajaran yang diinginkan tidak seperti itu. Peserta didik diharapkan mampu memahami sifat bayangan maya dan nyata pada cermin dan lensa. Untuk mencapai tujuan tersebut, akan lebih baik jika peserta didik melihat langsung proses pembentukan bayangan tersebut, melalui percobaan laboratorium sehingga mereka dapat membedakan kedua sifat bayangan tersebut tanpa harus menghafal tetapi peserta didik harus memahami dengan benar sesuai dengan apa yang mereka lihat ketika melakukan percobaan.
Artinya pembelajaran fisika pada konsep optik geometri membutuhkan pemahaman tingkat tinggi, bukan hanya bersifat matematis. Konsep optik geometri merupakan konsep yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu model yang mendorong peserta didik untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan berusaha untuk memecahkan masalahnya adalah model problem based learning. Model problem based learning dapat melatih peserta didik untuk mengorganisasikan pengetahuan dan kemampuan peserta didik, karena menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Pemecahan masalah akan mengembangkan motivasi, ketekunan, dan kepercayaan diri peserta didik. Model pembelajaran ini menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan dan mendiskusikannya untuk menyelesaikan masalah.
G. Contoh Skenario Penerapan Strategi Problem Base Learning
Tahap 1 dan Tahap-2
Orientasi siswa pada masalah dan Mengorganisasi siswa untuk belajar
Saat ini hampir setiap orang memiliki peralatan yang satu ini. Dia begitu kecil yang bisa dianggap nyaman diletakan di dalam saku, namun diangggap memiliki fungsi yang besar terutama untuk berkomunikasi. Benda itu ialah sebuah ponsel. Saat ini ponsel tidak hanya untuk menelpon saja tetapi juga untuk fungsi lain seperti mengirim dan menerima pesan , mendengarkan musik atau mengambil foto. Bagaimana perangkat ponsel dapat terhubung dengan perangkat ponsel yang lain padahal mereka saling berjauhan? Konsep yang bisa menjelaskan fenomena ini ialah konsep gelombang elektromagnetik.
Tahap-3
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok
Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita melakukan diskusi kelompok. Dalam diskusi ini kita akan mengumpulkan berbagai infomasi tentang konsep gelombang elektromagnetik. Mulai dari pengertian Gelombang Elektromagnetik, karakteristik Gelombang Elektomagnetik, macam-macam Gelombang Elektromagnetik, serta frekuensi Gelombang Elektromagnetik.
Tahap-4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Gelombang elektromagnetik merupakan perpaduan antara gelombang yang dihasilkan oleh sinergis dua energi, yaitu energi listrik dan energi magnet, yang saling tegak lurus. Gelombang elektromagnetiknik ini dapat merambat tanpa melalui medium karena dapat menembus ruang hampa dan memiliki arah getar yang tegak lurus dengan arah rambatannya.
Salah satu bukti bahwa gelombang elektromagnetik dapat menembus ruang hampa adalah terjadinya komunikasi antara orang di bumi dan astronot yang ada di bulan. Gelombang elektromagnetik bergerak merambat.
v=λ.f dan f=1/T
Dari persamaan di atas dapat diketahui bahwa frekuensi gelombang berbanding terbalik dengan panjang gelombangnya. Artinya, jika frekuensi suatu gelombang besar, maka panjang gelombangnya semakin kecil dan begitupun sebaliknya. Gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi paling besar adalah sinar gamma, selanjutnya berturut-turut adalah sinar X, ultra ungu (violet), cahaya tampak, infra merah, gelombang mikro (radar), gelombang televisi, dan gelombang radio
Penemuan gelombang elektromagnetik merupakan salah satu pemicu perkembangan ilmu pengetahuan yang berdampak pula pada perkembangan teknologi canggih (Iptek), terutama teknologi komunikasi. Salah satu teknologi komunikasi terkini yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik adalah telepon selular atau handphone. Handphone menggunakan gelombang elektromagnetik mikro, yaitu radar, untuk menghubungkan antara handphone yang satu dengan yang lainnya. Gelombang radar (Radio Detection and Ranging) mempunyai frekuensi 108-1012 Herzt. Dengan menggunkan rumus temuan Planck, berikut.
E=h.v
dimana E adalah energi yang dipancarkan gelombang elektromagnetik dengan satuan Joule, h adalah tetapan Planck yang besarnya 6,62 x 10-34 Js, dan v adalah cepat rambat gelombang (v = λ.f) dengan satuan m/s. Sehingga diperoleh bahwa energi yang dipancarkan gelombang radar berkisar pada rentang 2,98 x 10-25 Joule sampai 1,25 x 10-24 Joule.
Jika dibandingkan dengan energi yang dipancarkan sinar gamma dan sinar X, energi gelombang radar secara kuantitatif relatif masih kecil.Selain jumlah atau frekuensi yang besar, efek radiasi gelombang elektromagnetik juga dipengaruhi oleh jarak dan waktu. Intensitas energi yang diradiasikan oleh gelombang diperoleh dengan menggunakan persamaan berikut.
I=P/A
dimana I adalah besar intensitas radiasi dengan satuan W/m2, P adalah besar daya yang diterima dengan satuan W, dan A adalah luas permukaan yang ditembus oleh suatu radiasi dengan satuan m2. Apabila radiasi gelombang tersebut bersifat omnidirectional, besar intensitas radiasi yang diterima berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara sumber radiasi dan materi.
Jadi, semakin dekat jarak antara sumber radiasi dengan suatu materi, maka intensitas radiasi yang diterima semakin besar, sebaliknya semakin jauh jarak antara sumber radiasi dengan suatu materi, maka intensitas radiasi yang diterima semakin kecil. Sementara itu, waktu atau lama radiasi gelombang terhadap suatu materi yang cukup lama mengakibatkan intensitas energi yang terpancar semakin banyak.
Tahap-5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Setelah melakukan diskusi dan menampilkan hasil diskusi yangg telah di buat, kita akan melakukan evaluasi bersama. Jadi bagaimana perangkat ponsel dapat terhubung dengan perangkat ponsel yang lain padahal mereka saling berjauhan? Karena ponsel /Handphone menggunakan gelombang elektromagnetik mikro, yaitu radar, untuk menghubungkan antara handphone yang satu dengan yang lainnya. Gelombang radar (Radio Detection and Ranging) mempunyai frekuensi 108-1012 Herzt.
Jadi, semakin dekat jarak antara sumber radiasi dengan suatu materi, maka intensitas radiasi yang diterima semakin besar, sebaliknya semakin jauh jarak antara sumber radiasi dengan suatu materi, maka intensitas radiasi yang diterima semakin kecil. Sementara itu, waktu atau lama radiasi gelombang terhadap suatu materi yang cukup lama mengakibatkan intensitas energi yang terpancar semakin banyak.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Problem Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengintegrasikan pengetahuan baru dan melatih keterampilan menyelesaikan masalah adalah tujuan utama proses pembelajaran.
2. Karakteristik Model Problem Based Learning (PBL)
PBL memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dengan model pembelajaran lainnya yaitu:
a. Pembelajaran bersifat student centered.
b. Pembelajaran terjadi pada kelompok-kelompok kecil.
c. Guru berperan sebagai fasilitator dan moderator.
d. Masalah menjadi fokus dan merupakan sarana untuk mengembangkan keterampilan Problem
Solving.
e. Informasi-informasi baru diperoleh dari belajar mandiri (self directed learning).
3. Sintaks Model Problem Based Learning (PBL)
Secara umum PBL bisa dilakukan dengan langkah-langkah :
a. Menyadari Masalah
b. Merumuskan Masalah
c. Merumuskan Hipotesis
d. Mengumpulkan Data
e. Menguji Hipotesis
f. Menentukan Pilihan Penyelasaian
B. Saran
Untuk pembaca, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan mohon kritikan yang membangun agar penulisan makalah berikutnya lebih baik dan tidak terdapat kesalahan yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Rusman. 2011. Manajemen kurikulum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Suyanto, dan Asep Jihad. 2013. Menjadi Guru Profesional. Jakarta: Erlangga.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progesif. Jakarta: KENCANA Prenanda Media Group.
Nyoman Suardana. Penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan kooperatif berbantu modul untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan kimia fisika I”, dalam jurnal pendidikan dan pengajaran IKIP Negeri Singaraja: No. 4 TH.XXXIX, Oktober 2006. Pdf.
Iqbalpgrismg.blogspot.co.id/2012/12/makalah-pbl-problem-based-learning.html.[Diakses Tanggal 23 Oktober 2016 pukul 20.45.WIB]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar